ANALISIS KESEJAHTERAAN PETANI MELALUI PERHITUNGAN NILAI TUKAR PETANI (NTP) KABUPATEN LAMONGAN TAHUN 2024

Penulis

  • gita pawana LPPM UNIVERSITAS TRUNOJOYO
  • Ida Suryawati BAPPELITBANGDA LAMONGAN
  • Geovani Rizky Amalia BAPPELITBANGDA LAMONGAN

Kata Kunci:

Kesejahteraan, Petani, Pertanian

Abstrak

Sektor pertanian merupakan salah satu sektor strategis. Selain menjadi penyedia pangan dan erat kaitannya dengan ketahanan pangan nasional, pertanian juga menjadi salah satu penyumbang terbesar nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) di Kabupaten Lamongan. Sektor ini juga dapat menyerap tenaga kerja yang cukup besar di pelosok desa sehingga dapat mengurangi angka pengangguran di pedesaan. Mengingat mayoritas penduduk Kabupaten Lamongan tinggal di daerah pedesaan dan sebagian besar masih menggantungkan hidupnya pada sektor pertanian, maka sangat diharapkan sektor pertanian ini menjadi motor penggerak pertumbuhan yang mampu meningkatkan pendapatan para petani dan meningkatkan kesejahteraan petani. Hal ini selaras dengan arah pembangunan Kabupaten Lamongan di sektor pertanian, yaitu termasuk upaya peningkatan kesejahteraan petani melalui NTP yang diatur dalam RPJMD Kabupaten Lamongan. Di dalam dokumen RPJMD, indikator NTP masuk dalam Indikator Kinerja Utama (IKU) di bidang pertanian dan ketahanan pangan serta menjadi ukuran keberhasilan pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan petani. Salah satu cara untuk melihat tingkat kesejahteraan petani adalah dengan melakukan analisis kesejahteraan petani melalui metode perhitungan Nilai Tukar Petani (NTP). Angka ini membandingkan antara harga yang diterima petani (It) dengan harga yang dibayar petani (Ib). Secara konseptual NTP adalah pengukur kemampuan tukar barang hasil produksi pertanian yang telah dihasilkan petani terhadap barang/jasa yang diperlukan untuk konsumsi rumah tangga dan kebutuhan dalam memproduksi hasil pertanian. Ruang lingkup kegiatan penyusunan analisis kesejahteraan petani melalui perhitungan nilai tukar petani di Kabupaten Lamongan meliputi lima sub sektor, yaitu subsektor tanaman pangan, subsektor hortikultura, subsektor tanaman perkebunan rakyat, subsektor peternakan, dan subsektor perikanan. Kajian terkait analisis kesejahteraan petani melalui perhitungan nilai tukar petani di Kabupaten Lamongan bertujuan untuk memperoleh data harga produsen maupun harga konsumen, data inflasi, serta untuk mengetahui data NTP per sub sektor maupun NTP gabungan dari semua sub sektor.

Unduhan

Diterbitkan

2025-12-25