STUDI PERTUMBUHAN BAWANG MERAH PADA PERLAKUAN PUPUK KANDANG DAN AIR KELAPA
Kata Kunci:
air kelapa, , bawang merah, pupuk kandang, pertumbuhanAbstrak
Bawang merah (Allium ascalonicum L.) merupakan salah satu komoditas hortikultura bernilai ekonomi tinggi yang banyak digunakan dalam kebutuhan rumah tangga, industri pangan, dan obat-obatan tradisional. Tanaman ini memiliki peran penting sebagai sumber pendapatan petani dan komoditas unggulan nasional. Namun, produktivitas bawang merah di lapangan sering mengalami kendala akibat rendahnya kesuburan tanah dan keterbatasan ketersediaan unsur hara makro dan mikro yang dibutuhkan tanaman untuk pertumbuhan optimal. Salah satu upaya perbaikan dilakukan melalui penggunaan pupuk organik yang mampu memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi tanah. Pupuk kandang merupakan sumber bahan organik yang tidak hanya meningkatkan kesuburan tanah tetapi juga menyediakan unsur hara esensial seperti nitrogen, fosfor, dan kalium. Sementara itu, air kelapa diketahui mengandung hormon pertumbuhan alami, terutama sitokinin, yang berperan dalam pembelahan dan pembesaran sel tanaman sehingga dapat merangsang pertumbuhan vegetatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh berbagai jenis pupuk kandang dan konsentrasi air kelapa terhadap pertumbuhan vegetatif bawang merah. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan kombinasi perlakuan jenis pupuk kandang (kotoran sapi, ayam, dan kambing) dan konsentrasi air kelapa (0%, 25%, 50%, dan 75%). Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, dan berat segar umbi. Hasil penelitian menunjukkan adanya interaksi antara jenis pupuk kandang dan konsentrasi air kelapa yang berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman pada umur 28 dan 35 HST serta jumlah daun pada umur 28 dan 35 HST. Selain itu, terdapat perbedaan signifikan pengaruh pupuk kandang terhadap tinggi tanaman pada umur 14 dan 21 HST, serta pengaruh konsentrasi air kelapa terhadap tinggi tanaman dan jumlah daun pada umur 21 HST. Kombinasi perlakuan pupuk kandang ayam dengan konsentrasi air kelapa 50% memberikan pertumbuhan bawang merah terbaik dibandingkan dengan perlakuan lainnya. Hasil ini menunjukkan bahwa kombinasi kedua bahan organik tersebut berpotensi diterapkan sebagai metode pemupukan ramah lingkungan untuk meningkatkan pertumbuhan dan produktivitas bawang merah.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Choirul Anam

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.